Tikcode – Asuransi diperlukan untuk pertanggungan risiko. Salah satu produknya yaitu asuransi kesehatan sangat berguna untuk menanggung risiko kesehatan ketika sakit. Kini, produk asuransi kesehatan syariah sudah ada dan menjadi solusi tepat dalam penanggungan risiko. Prinsipnya adil dan transparan dengan beberapa poin penting di bawah ini.

asuransi kesehatan syariah

1. Menggunakan Prinsip Takaful dan Tabarru’

Apakah Anda sudah mengetahui prinsip takaful? Prinsip ini sangat baik untuk diterapkan dalam mekanisme produk asuransi. Dengan prinsip ini, kegiatan operasional yang dijalankan dalam asuransi kesehatan syariah akan terpercaya dan adil bagi semua pihak.

Dalam prinsip takaful atau tolong menolong ini, terdapat risk sharing yaitu pembagian risiko antara nasabah dengan pihak perusahaan asuransi. Kerja sama yang terjadi antara dua pihak ini menjunjung tinggi niat untuk tolong menolong dalam pertanggungan risiko. Jadi, sebagian dana premi dari nasabah diniatkan sebagai dana untuk tolong menolong dengan nasabah lain.

Dana yang digunakan untuk saling menolong tersebut dinamakan dana tabarru’. Dengan demikian, dana tersebutlah yang digunakan untuk membayar klaim yang diajukan oleh nasabah.

Dana yang dibayarkan selain yang digunakan untuk klaim tersebut diinvestasikan ke bisnis sistem syariah dengan kerugian ataupun keuntungannya dibagi bersama antara nasabah dengan perusahaan.

Prinsip ini disebut dengan bagi hasil keuntungan, sedangkan pembagian risiko kerugian merupakan bagian dari prinsip risk sharing. Oleh karena itu, tidak terjadi pemindahan kepemilikan dana antara nasabah dengan perusahaan asuransi syariah.

2. Dana Dikembalikan

Rencana boleh saja dilakukan, termasuk rencana pertanggungan risiko atas hal-hal yang belum terjadi. Upaya ini bisa disebut sebagai langkah antisipasi. Jadi, Anda dapat mengajukan klaim ketika terjadi risiko. Akan tetapi, bagaimana jika sampai periode asuransi habis belum terjadi klaim akibat tidak adanya risiko sesuai dengan yang diatur dalam polis?

Dalam sistem asuransi kesehatan syariah, kasus tersebut bukanlah hal baru. Tidak sedikit kasus serupa yang menjadi tanda tanya bagi pihak yang belum memahami sistem dalam asuransi syariah. Karena terjadi pembagian dana antara dana tabarru’ dengan dana yang digunakan untuk investasi, maka dana premi akan tetap diperoleh ketika tidak terjadi klaim.

Dana yang diberikan tersebut adalah dana yang digunakan untuk berinvestasi dengan keuntungan yang didasarkan pada prinsip bagi hasil. Jadi, Anda tetap memperoleh pengembalian dana tanpa klaim setelah periode asuransi habis.

3. Fasilitas Layanan Lengkap

Poin penting berikutnya adalah kelengkapan fasilitas yang ada dalam produk asuransi kesehatan syariah. fasilitas ini sangat berguna untuk memudahkan pengelolaan dana. Layanan yang tersedia mulai dari informasi, konsultasi, pembayaran premi, permohonan klaim, dan pengelolaan merupakan suatu rangkaian fasilitas yang sudah tersedia.

Fasilitas lengkap ini harus dioptimalkan sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan asuransi seperti penyediaan informasi dan konsultasi. Dengan demikian, Anda akan lebih memahami apa yang dimaksud dengan asuransi kesehatan syariah berdasarkan prinsip yang dipakai.

4. Mempunyai Sistem Pengawasan

Poin terakhir yang tak kalah pentingnya adalah sistem pengawasan resmi yang diterapkan dalam asuransi syariah, termasuk asuransi kesehatan. Deluruh kegiatan operasional dalam asuransi kesehatan syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bersifat netral untuk menjaga agar kegiatan operasional berjalan sesuai dengan prinsip syariah.

Setiap poin penting tersebut sangat berguna untuk Anda dalam mendapatkan perlindungan risiko dengan asuransi kesehatan syariah. Anda akan mendapatkan manfaat yang optimal. Tentunya, pilihlah produk dan perusahaan penyedia yang terpercaya. Hal ini akan membantu Anda dalam proses pengajuan hingga klaim atas premi asuransi ketika terjadi risiko.